Kerentanan dan Kapasitas

Kerentanan adalah kondisi-kondisi yang ditentukan oleh faktor fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan atau proses-proses, yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap dampak bahaya.

Kombinasi dari semua kekuatan dan sumber daya yang tersedia dalam sebuah komunitas, masyarakat atau organisasi yang dapat mengurangi tingkat risiko atau dampak dari bencana. Kapasitas dapat meliputi cara-cara fisik, institusional, sosial atau ekonomi, begitu juga personil yang kelengkapan keahlian personil atau kolektif, seperti kepemimpinan dan manajemen. Kapasitas juga dapat dijelaskan sebagai kapabilitas. (Sumber: Terminologi UN/ISDR)

Kerentanan: Material Fisik dan Sumber Daya

  • Lokasi dan tipe material rumah (location and type of housing materials)
  • Kegiatan ekonomi: matapencaharian, usaha produksi dan keterampilan yang lain, lahan, sumber daya air, hewan/ternak, modal, dan usaha produktif lain - akses dan kontrol (economic activities: means of livelihood, productive and other skills, land, water, animals, capital, other means of production - access and control)
  • Infranstuktur dan layanan: jalan, fasilitas kesehatan, sekolah, listrik, komunikasi, transportasi, perumahan, dan lain-lain (infrastructure and services: roads, health facilities, schools, electricity, communications, transport, housing, etc.)
  • Modal SDM: kematian, penyakit, status gizi, jumlah penduduk yang bisa membaca-menulis, kemampuan berhitung, tingkat kemiskinan (human capital: mortality, diseases, nutritional status, population literacy, numeracy, poverty levels)
  • Faktor lingkungan: daerah berhutan, kualitas tanah, erosi, dan lain-lain (environment factors: forestation, soil quality, erosion, etc.)

Kerentanan: Motivasi/Sikap

  • Sikap menuju perubahan (attitude towards change)
  • Rasa mampu untuk mempengaruhi dunia mereka, lingkungan, mendapatkan sesuatu terjadi (sense of ability to affect their world, environment, get things done)
  • Ada atau tidaknya inisiatif (initiative or lack)
  • Keyakinan, tekad, semangat juang (faith, determination, fighting spirit)
  • Agama, kepercayaan (religious, beliefs)
  • Ideologi, paham (ideology)
  • Kebanggaan (pride)
  • Fatalisme (nasiblah yang menentukan), tidak ada harapan, keputusasaan, rasa tidak bisa berbuat apa-apa (fatalism, hopelessness, despondency, discouragement)
  • Tergantung atau tidak tergantung, percaya pada diri sendiri (dependent/independent, self-reliant)
  • Kesadaran (consciousness/awareness)
  • Kekompakan, persatuan, solidaritas, kerja sama (cohesiveness, unity, solidarity, cooperation)
  • Orientasi akan masa lalu, saat ini, dan masa depan (orientation towards: past, present, future)

Kerentanan: Sosial dan Organisasi

  • Struktur keluarga: kuat atau lemah (family structures: strong/weak)
  • Struktur administrasi dan peraturan perudang-undangan (legislation and administrative structures)
  • Struktur pembuat keputusan/pengambil kebijakan: siapa terlibat, efektifitas (decision-making structures: who left in, out effectiveness)
  • Tingkat partisipasi: oleh siapa? (participation levels: by whom?)
  • Perpecahan/konflik: etnis, kelas, kasta, agama, ideologi, kelompok politik, kelompok sebahasa, dan struktur untuk menengahi konflik (divisions/conflicts: ethnic, class, caste, religion, ideology, political group, language group, and structures for mediating conflicts)
  • Derajat keadilan/ketidakadilan, kesetaraan, akses terhadap proses politik (degree of justice/injustice, equality, access to political process)
  • Organisasi masyarakat: formal/informal, tradisional, atau kepemerintahan (community organizations: formal/informal, traditional or governmental)
  • Hubungan dengan pemerintah (relationship to government)
  • Keterisolasian atau tidak ada hubungan dengan dunia luar (isolation or connectedness)

Who's online

There are currently 0 users and 9 guests online.

Who's new

  • nurul
  • Nani
  • hendra

Dibangun oleh :

Didukung oleh :